Posted by: Syarat Makna | January 5, 2011

Tentang Sebuah Perjalanan

 

photo by: national geographic

Mungkin banyak catatan yang telah dituliskan, juga banyak jalan yang ditempuh, semakin menggunung saja kertas-kertas yang menceritakan kisah hidup dan semakin jauh saja perjalanan ini. Rasanya, kita jarang berfikir dan merenungkan betapa uniknya kisah hidup kita masing-masing, mulai dari fisik yang berbeda dan special termasuk apa-apa yang ada pada diri kita, karena hal itulah, mengapa perjalanan dan kisah hidup kita unik, berbeda bahkan special bagi kita sendiri.

seperti buah yang mengalami proses bakal bunga, menjadi bunga kemudian mengalami penyerbukan, hingga kemudian ia menjadi bakal buah yang membuat para petani senang dan menyimpan harapan akan panennya nanti banyak, terus tumbuh, dengan segala kondisi yang ada ia harus bertahan dan tumbuh menjadi buah yang ranum, hujan, terik matahari, badai yang menjadi tantangannya.

jika saja bakal buah itu tak sanggup bertahan, seklaipun itu hanya angin yang datang sepoi-sepoi, maka ia terhatuh kemudia terurai menjadi unsur hara. Sang petani berharap bakal buag itu tak ada yang terlepas dari pohonnya, ia menyimpan harapan besar suatu saat pohon itu dihiasi buah yang besar lagi ranum, hingga ia bisa memetikknya merasakan betapa manisnya hasil kerja kerasnya selama ini, untuk kemudian menanam kembali bijinya menjadi calon-calon pohon yang nantinya akan meghasilkan buah yang sama atau lebih manis dan besar dari itu, entah dengan menanam ditempat yang lebih baik, pupuk yang lebih baik atau mungkin dengan teknologi rekayasa genetika jika ia mampu dan sanggup.

Rasanya itulah gambaran kehidupan yang setidaknya hampir mirip dengan kisah hidup manusia, dengan proses yanglebih rumit dari sekedar menanam pohon yang akan menghasilkan buah yang ranum dan manis. Ternyata setiap kita memilki fase dan masa perjalanan hidup masing-masing, tentunya dengan kondisi yang berbeda, aktor yang berbeda, skenarionya pun berbeda, tapi dengan seorang Sutradara yang sama.

Sahabat, berkurangnya umur adalah sebuah kepastian, karena perjalanan hidup itu akan terus saja berlangsung selama kita hidup, atau kemudian berakhir ketika jatah kita hidup kita habis. Entah di KM 1, KM 10, KM 30, KM 45, KM 60, KM 100 atau seterusnya. Ada orang yang di KM 1 akhir perjalanan hidupnya bahkan ada yang di KM 100 ia masih harus melanjutkan perjalanannya sampai KM berikutnya, mungkin dengan kendaraan yang berbeda atau bahkan jalan yang berbeda.

Tak ada yang bisa kita lakukan kecuali mempersiapkan perjalanan jauh dan melelahkan, bekal yang banyak, fisik yang kuat, mental yang jernih dan mantap. Sehingga perjalanan itu akan terasa sangat indah dan mendewasakan kita. Akan menjadi hal yang amat fatal ketika kita tak mempersiapkan dan menjalaninya dengan baik, asal-asalan dan tak ada rasa tanggung jawabnya. Ingat, perjalanan ini akan terhenti, hanya kita tidak tau di mana perjalanan itu dihentikan dan dimana kita diturunkan oleh pemilik kendaraan itu.

Seperti saat ini, saya yang sudah di KM 22, yang lumayan jauh sekali dan sudah harus menuju KM berikutnya. Ternyata semakin jelas alur kehidupan itu, semakin nyata hiruk pikuknya. tak ada kata dan jalan lain,,, saya melihat kembali peta yang sudah saya tandai untuk kemduian kembali menandai peta itu, lalu kemduain bergegas pergi menuju perjalanan hidup yang semakin mengesankan dan penuh pendewasaan….

Selamat menempuh hidup dan perjalanan selanjutnya buat shabat-sahabatku…

:::deni 2011:::

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: