Posted by: Syarat Makna | December 4, 2010

Lembaran Putih…

Merajut kegelisahan hati menjadi lembaran kain putih yang menyelimuti kebekuannya, tak ada pinta yang tak berharap, semuanya hadir dalam setiap do’a dan munajat setiap yang merindukannya, hanya yang tunduk yang dapat meredakannya, hingga ia akan mendapat apa yang semestinya…

Setiap kita pasti pernah merasakan kegelisahan, yang tidak hanya datang sekali tapi berkali-kali. Perasaan inilah yang menjadikan kegundahan kita, membuat kita tak nyaman dengan apa yang kita lakukan, karena seakan ada yang mengganjal, ada hal yang senantiasa membayangi. Hati pun seakan tak menentu, hingga membuat fikiran pun tak seimbang, hanya berfokus pada apa yang digelisahkan saat itu.

Rasa ini muncul ketika ada hal yang tak diharapkan terjadi atau berharap pada sesuatu. Saat seseorang belum tuntas melakukan sebuah pekerjaan misalnya, ketika kepala perusahaan meminta menyelesaikannya segera, tapi ternyata belum selesai sampai jam kantor habis, maka ketika sampainya di rumah, hal ini bias menjadi beban fikiran dan menggelisahkan orang yang bersangkutan. Atau seseorang yang berharap akan sesuatu, ketika kekhawatiran seorang istri yang menantikan kedatangan suaminya, komunikasi telepon tidak bisa, pulang tidak seperti biasanya, maka aka nada kegelisahan pada istri karena menanti kepulangan sang suami.

Hal yang wajar yang dirasakan setiap orang, namun ternyata semua itu bukan hal yang mutalak terjadi, memang kegelisahan  itu ada, tetapi kita bias meredamnya, bahkan menghilangkannya dari hati dan fikiran kita, yaitu dengan mengemablikannya kepada yang Maha Memberikan Kegelisahan dan Ketenangan dalam hati setiap kita, Allah. Dengan hanya mengingatNya, smeua rasa itu akan hilang, tidak meragukan lagi ketika ada senbuah firman…Hanya dengan mengingat Allahlah hatimu akan merasa tenang… inilah hal yang menjadi penawar kegelisahan itu. Merajut kegelisahan hati menjadi lembaran kain putih yang menyelimuti kebekuannya, tak ada pinta yang tak berharap, semuanya hadir dalam setiap do’a dan munajat setiap yang merindukannya, hanya yang tunduk yang dapat meredakannya, hingga ia akan mendapat apa yang semestinya.

Hal yang pertama kita lakukan adalah mencari titik di mana ketengan itu ada dalam diri, lalu kemudian kita senantiasa ingat bahwa Allah Yang Maha segala-galanya, lakukan sesuatu yang membuat kita gelisah dengan focus, karena ketika tergesa-gesa, maka kegelisahan  itu akan semakin menjadi. Saat khawatir terhadap sesuatu, maka cobalah dengan tenang untuk berusaha meredakan kekhawatiran itu, jangn terlalu panic, setelah berusaha, maka serahkan pada Allah, meyakini semuanya akan baik-baik saja, itulah hal yang mestinya ada dalam diri kita, selalu berprasangka baik pada Allah, itu yang selalu kita tanamkan, wallahualam.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: