Posted by: Syarat Makna | December 4, 2010

Kelemahan….

…setiap tangisan hati yang merindu, sejatinya adalah mengakui kelemahan diri pada yang Maha Kuat, tak ada yang bisa menghapusnya, kecuali hati yang tunduk pada ketawadhuannya…

TanpaMu aku lemah dan tiada berarti…

Itulah sebuah kalimat yang menunjukan ketidakberartian seorang manusia di hadapan Tuhannya. Setiap kita merasakan hal yang berbeda di dunia ini, ada yang hartanya melimpah, jabatannya tinggi, bahkan merasa kelebihan dengan apa yang dimilikinya saat itu. Ada pula yang untuk makan keseharian pun masih bingung, jangankan jabatan, ia pun tak tahu seperti apa posisinya ditengah kumpulan manusia dilingkungannya, tetapi ada pula yang kehidupannya merasa cukup dengan apa yang ada saat itu. Jangan pernah berfikir bahwa mereka yang berkecukupan tak pernah punya masalah dengan rasa cukupnya, apalagi yang serba kekurangan, setiap orang akan diuji sesuai dengan apa yang dimilikinya saat itu, jikalah mereka yang memiliki harta banyak, maka ujiannya pun tak lepas dari hartanya yang banyak dan melimpah, begitupun yang hidupnya kekurangan, maka  akan diuji dengan kekurangannya. Setiap kita memiliki kelemahan, maka Allah akan menguji dititik terlemah kita.

Tergantung bagaimana sesorang bisa menyadari bahwa apa yang dihadapinya adalah sebuah ujian, kenikmatan dan cobaan pun adalah ujian. Begitu banyak orang yang angkuh akan kehidupan yang dimilikinya saat itu, merasa paling hebat, merasa paling memiliki segalanya, semua miliknya, sehingga ketika Allah mengambil atas apa yang dimilikinya, seakan tak meneima dan menyalahkan Allah.

Maka semestinya kita sadari bahwa kita sejatinya adalah makhluk yang lemah di hadapan Tuhan kita, sehingga tak ada keangkuhan tatkala kelebihan ada dalam diri, dan tak ada kesedihan saat kekurangan menemani diri kita. Karena pastinya kita yakin bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuat dan Allah Maha Kaya sehingga tak ada lagi keangkuhan dan ketakutan pada diri kita.

Lahirlah ketawadhuan dikala senang ataupun kesusahan , setiap tangisan hati yang merindu, sejatinya adalah mengakui kelemahan diri pada yang Maha Kuat, tak ada yang bisa menghapusnya, kecuali hati yang tunduk pada ketawadhuannya. Bahwa kita adalah makhluk yang lemah di hadapan Tuhan kita.

Memory 1 Ramadhan 1430 H / 22 Agustus 2009 14.50 WIB


Responses

  1. Jangan lemah dan Jangan Menyerah akh…Allah benar akan janjinya…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: