Posted by: Syarat Makna | December 2, 2010

Inilah aku wahai……

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (Al Baqarah 164)

Wahai engkau bidadariku… Saat ini aku tidak mengetahui di mana keberadaanmu.. Aku hanya yakin bahwa engkau ada, Ia telah menyediakan kau untukku sebagai hadiah atas segala penghambaanku.

Ketahuilah saat kutuliskan coretan-coretan ini disetiap sepertiga malam terakhir, setelah aku berdiri bersama kekhusyuanku denganNya, ditemani alunan serenade do’a yang amat menentramkan sunyinya menjelang guratan fajar langit yang menyemburat, tak ada alasan lain mengapa aku menuliskannya disetiap sepertiga malam setelah tahajud kutunaikan, agar tulisan ini bukan berisi kata-kata kosong, dari fikiran-fikiran kosong atau bahkan penuh angan dan nafsu, aku hanya ingin ketika aku menuliskan setiap kata-katanya, hati ini sudah tunduk atas ketetapan penghamban pada Ia yang memiliki hati, agar fikiran dan hati ini penuh harap pada Ia yang memberi segalanya, sehingga apa yang kutiliskan ini bukan kata-kata yang tiada nilai, tapi sebuah harap dan do’a serta pengakuan diri atas kerinduan hati untuk meraih hadiah terbaik dari Ia yang merajai alam semesta, Ia yang menjadikan setiap kehidupan berjalan dengan orbitnya masing-masing, untuk itu kenapa aku tuliskan sebuah ayat di awal tulisan ini, ayat yang mengingatkan kita atas Dzat yang Maha segala-galanya, yang menguasai setiap kehidupan yang berjalan di atas bumi dan hamparan langit ciptaanNya. 

Wahai engkau bidadariku…. Pada curahan pertama hadiah terbaikku untukmu, aku ingin mengatakan siapa aku sebenarnya, aku yakin kau tak begitu tau, apalagi mengenaliku lebih dalam. Dalam waktu yang begitu singkat, ya hanya sekitar 1 sampai dua jam saja aku menyampaikan sedikit tentang diriku, begitu juga sebaliknya, tentunya  masih banyak yang belum kau tau dan mengerti dariku. Aku hanya ingin engkau kau tau segala hal mengenai kehidupan ku sebelum kehidupan itu kita jalani bersama, sehingga tak ada lagi salah faham dan prasangka-prasangka apalagi kekagetan di kemudian nanti, karena kau sudah tau segala hal yang ada pada diriku dan yang selama ini tidak pernah aku sampaikan pada siapa pun.

Wahai engkau yang mencintai Allah dan Rasulnya… Hal yang pertama yang ingin aku sampaiakan adalah bahwa aku ini seseorang yang berharap agar setiap hal yang kulakukan berujung pada keridhaan Allah dan senantiasa mengikuti akhlaq dan prilaku RasulNya, berharap setiap nafas yang terhembuskan dari dada ini bernilai ibadah, apalagi keputusan besar dalam hidup yaitu pernikahan, yang memiliki nilai besar di mata Allah dan RasulNya, bahkan Allah mencantumkannya dalam surat cinta pada hambaNya

Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiranatau kamu Menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu Mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan (kepada mereka) Perkataan yang ma’ruf. dan janganlah kamu ber’azam (bertetap hati) untuk beraqad nikah, sebelum habis ‘iddahnya. dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; Maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun (Al-Baqoroh:235)

Wahai engkau bidadariku… Maka dengan ini aku pun ingin menyampaikannya padamu, agar suatu saat nanti tidak ada kecurigaan apalagi kecemburuan engkau terhadapku. Sungguh sebelum engkau hadir dalam hidupku dan saat ini akan menjadi bagian selama sisa umurku, telah ada Cinta yang amat besar dan dalam, cinta yang tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun, cinta yang hadir disetiap nafas ini terhembus, bukan padamu,,bukan, karena aku pun baru mengenalmu, bagaimana mungkin cinta pertama itu untukmu, maafkan aku wahai engkau yang tersembunyi, aku tidak bisa menggantikan posisi cinta pertamaku dengan cinta kepadamu, meskipun engkau meminta dan memaksaku apalagi mengancamku, sungguh aku tidak bisa menggantinya, karena Ia yang selama ini mengajarkanku tentang arti cinta itu sendiri, ia yang membimbingku menapaki jalan-jalan yang penuh dengan liku dan pertanyaan, Ia yang menemaniku disaat aku merasa kesepian, yang memberikan jawaban disaat ada pertanyaan, memberikan ketenangan dikala rasa gundah hadir, menghadirkan kesejukan dikala ujian terus bertubi-tubi menghatam kehidupanku. Bahkan setiap malam aku menyisakan waktuku hanya untuk merasa lebih dekat denganNya. Maafkan aku wahai engkau bidadari terindah yang pernah aku lihat.

Aku tak bisa menggantikan posisiNya oleh mu. Ia akan tetap menjadi Cinta pertamaku. Dan aku pun ingin mengatakan kepadamu bahwa aku amat mencintai orang yang dekat denganNya, yang Ia utus untuk menjadi manusia pilihan di atas muka bumi ini, yang akhlaqnya begitu mulia, yang keteladanannya menjadi warna di belahan dunia manapun, ya… Ialah Allah dan RasulNya Muhammad, yang selama ini hadir di hatiku, kecintaanku begitu besar padaNya jauh sebelum aku mengenal dan bertemu denganmu. Aku harap, suatu saat nanti tidak ada lagi kecurigaanmu, karena aku sudah mengatakan yang sesungguhnya.

Wahai engkau bidadariku, aku pun ingin mengatakan padamu, agar tak ada prasangka yang hadir di hatimu, ketidakpercayaan atasku suatu saat nanti, seperti halnya yang terjadi pada orang lain, prasangka dan ketakutan akan sebuah kesetiaan pada pasangannya. Maka dengan ini aku mengatakannya padamu, aku berazzam untuk mencoba menjadi pasangan yang setia, cukup satu makhluk yang nanti akan menemani setiap langkahku, tiada yang lain. Dengar dan percayalah padaku, kukatakan sekali lagi, aku ingin setia kepadamu.

Tapi bidadariku, itu adalah azzam yang ada padaku, bukan kehendak yang ada PadaNya. Dengan ini akupun ingin mengatakan padamu, aku tak tau apa yang suatu saat nanti Ia kehendaki, maka aku pasti akan berada pada kehendaknya, termasuk ketika Ia meginginkan ku untuk mencoba setia padamu dan pada selainmu, maka aku tak akan mampu untuk menolak dan mencegahnya. Aku harap engkau bisa mengerti apa yang aku sampaikan ini, engkau faham akan azzam yang ku tanamkan pada diri, dan kehendak yang suatu saat nanti Allah berikan padaku. Aku berdoa, azzam yang ada padaku beriringan dengan kehendak yang Allah berikan disetiap nafas kehidupanku mengarungi bahtera yang amat jauh dan penuh dengan badai ujian ini..

Maafkan aku bidadariku, semoga engkau mengerti… Inilah yang ingin aku sampaikan padamu, semoga tak adalagi kecurigaan serta kesalah fahaman engkau terhadapku suatu saat nanti….

::deni ayyash maulana – Dalam dekapan hati::

Note : semoga teman-teman yang membaca tidak berfikiran aneh-aneh dan negatif, tulisan ini hanya ingin menggambarkan sesuatu yang memang mestinya ada dalam kehidupan kita dan menjadi prinsip dan pegangan kita sebagai seorang muslim,,,,wallahualam, semoga ada manfaatnya


Responses

  1. ooo… nggak..nggak.. gak berpikiran aneh dan negatif kok.. :p

  2. Menikahlah dengan pilihan Allah, bukan pilihanmu.. Menikahlah dengan wanita/laki-laki yang baik aqidahnya, niscaya kebahagiaan yang didapat…
    Karena kebahagiaan bergantung pada keyakinan kita..
    Rekomendasi buku: Tafakur nikah, dengan keyakinan illahiyyah aku menikah. Karya abu fakhri nabhan rabbani. Bisa pesan ke ana. Hrga 45rb, ntar dititipin ke ratih pusparani 12des. *smangat bwa ijazah dan cari maisyah, gaan..bru cari aisyah.

  3. @kuyuT : jiahaaaahahahahaaaa….

    @deasy: jiah promosi hahaha….

  4. great…

  5. nais inpoh gan. keep posting! (komen standar agan kaskuser😉

  6. oui, gan, itu pegimane caranye bisa bagus gitu tampilan blognya? ajarin lah, profile badges fb itu gimana pasangnya?

  7. sudah lama sekali ga nulis ya den?

  8. QS An Nur:26 ya kak? mari sama2 mengimplementasikannya dlm kehidupan real,,krn sosok jodoh itu akan sama dg cerminan hati pasangannya. Menjadi sholeh utk mendapatkan yg shaleha begitu juga sebaliknya ^-^v

    *NB: lebih romantis jika blog ini ditambah backsound atau instrumental yang mellow,,hehe

  9. @ijah: good good…

    @arya: gan…teng hehe

    @deasy: kan ada di widget sama theme, googling aja

    @desni: iya des, lama gak nulis deui

    @rinda: jiahhh…emang kontemplasi ABCo hehehe

  10. You post interesting articles here. Your page deserves much
    more visitors. It can go viral if you give it initial boost,
    i know very useful service that can help you,
    simply type in google: svetsern traffic tips


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: