Posted by: Syarat Makna | November 18, 2008

kuhembuskan terakhir kalinya…

kadang sulit sekali untuk memahami diri sendiri, bahkan aku lebih memahami orang lain di banding diriku yang selalu hadir dalam bayang hidupku. bukan karena tak tahu siapa diriku, bukan karena tak tahu apa yang kurang dan lebih dalam diriku, aku pun tahu kemana kaki harus kulangkahkan dalam menyusuri jalan hidupku. Aku tak ingin hariku terlewat seakan tak ada yang bermakna, bahkan hanya kesiaan yang kudapat..

biar hanya bungkam yang menjawab setiap kesunyian selama aku masih bernafas untuk terus istiqomah dijalanNya, aku tak ingin egois, mengejar kebaikan untuk diri sendiri, tak peduli dengan mereka yang ada si sekelilingku, aku tak ingin menjadi orang yang pura-pura buta tak melihat, pura-pura tuli dengan keadaan sekitarku, biar orang mengatakan aku hanya seorang pecundang yang memimpikan indahnya syurga,,, tapi ku yakin jalan ini lah yang kupilih, aku tak ingin menjadi orang yang terjatuh di jalan ini, aku tak ingin menjadi orang yang kecewa dengan jalan yang kupilih, karena Allah sajalah yang menjadi sandaran dan harapanku, bukan manusia yang mengajariku kebaikan, bukan manusia yang mengajakku kepada terangnya jalan ini, tapi DIAlah yang menjadi harapan dan tempat kusandarkan segala-galanya, sehingga takkan pernah aku kecewa, karena aku tak berharap kepada mereka yang disekelilingku.

Cukup sudah kudengar banyak mereka yang kecewa dengan jalan ini, entah apa yang diharapkan sehingga kekecewaan itu hadir, apakah karena mereka dan jalannya tak seindah apa yang diharapkan, sehingga ia kecewa. Jatuhlah ia, tak ada lagi rasa yang menjadi penguat, seperti halnya dulu ia berazzam, hanya ada ketidaksetujuan dan ketidakpedulian akhirnya, bukan…bukan…karena tak mengerti, tapi lelah dengan apa yang terjadi.

betapa bergeloranya semangat saat awal menyusuri jalan ini, begitu indahnya bersama menyusuri jalan, tapi kini hanya sendiri meninggalkan tawa dan senyum saat perjalanan itu dilalui…ia berhenti, entah karena tak ingin melhat indahnya senyum yang tersirat di wajah teman-teman seperjalanannya. Ya..seberapa dahaganya aku, lemah atau tak mampu aku melangkah, aku tak kan berhenti, aku takkan berpisah dengan mereka yang senantiasa bersama melangkah menjejaki setiap jengkal jalan terjal ini…

biarlah hanya Allah saja yang memutuskan, sampai nafas ini kuhembuskan terakhir kalinya, biarlah aku yang menanggung betapa beratnya jalan yang kupilih, karena aku tak sendiri, aku masih memilikiNya, Ia yang Maha Besar, dan dekat dengan ku melebihi urat nadiku..biarlah,,,

Saat kubuka jendeala kamarku disepertiga malamNya, kutatap lekat ke luar yang penuh dengan kabut yang senantiasa membuai setiap insan yang terlelap. kurasakan masih mengalir darah  dalam nadiku, betapa segarnya udaranya, tapi begitu sulitnya kutitikan air mata syukurku padaNya, Ia yang telah membimbing aku menyusuri jalan ini, aku coba bersujud agar keangkuhan ini sirna, kerasnya hati mejadi lembut bersama air wudhu yang kutaburkan disetiap tetesnya, entah sulit sekali…di gelapnya sudut kamarku, kutatap lekat berharap Ia hadir memelukku erat, sehingga aku bisa menangis iba dipangkuannya, merasakan tenang dan luluhnya hati ini di hadapanNya, kuatatp langit-langit kamarku bersama untaian do’a yang menuai harap, mencoba mencari ketenangan tandusnya jiwa saat itu,,, teruntai do’a-do’a yang kupanjatkan, menanyakan pada hati, seangkuh apa dirimu, sehingga begitu sulitnya engkau luluh…

terdiam, hanya berharap ku bisa menangis di pelukkanNya, samapi aku tertidur kembali, dan tanpa kembali, sehingga tak ada waktu yang mengangguku…

::jejaksatria::


Responses

  1. iya den.. kadang dalam keharuan pada-Nya, saya juga berharap dijemput saja.. dalam sujud, saking inginnya akan suatu akhir yang baik, yang terbaik..

    dan mengingat menyandarkan harap pada manusia seringkali berbuah kecewa, maka hasbunallah adalah satu-satunya jawaban segala resah..

    Deni: iya..zka, harapan dan sandaran hanya pada Dia yg membolak balikan hati qta..rindukah qta ingn brtmu dganNya?Allahuakbar…ya Rahman..

  2. jarang dibuka lagi ya…
    masukin link blog ane dunk….

  3. Dence!!! MAu nyalonin jadi ketua BEM FMIPA??
    Semangat Ya!! hehehe….ntar aku vote deh hwahahaha


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: