Posted by: Syarat Makna | October 17, 2008

asa dalam penantiannya

sesaat hadir dalam diamnya

ia pun bicara tanpa kata

tak biasanya ia menyapa

kosong…yang tengah bersisa

bayang indahmu saat ini bercerita

kapan terakhir kau hadir???

mencoba aku mengingatnya

birlah rasa terdalam itu kini kusimpan dalam kalbu
tak ada yang tahu
kecuali Dia yang Maha Tahu
biarlah semuanya bungkam
seakan hanya sunyi yang terpendam

hingga saatnya nanti rasa dan asa itu berlabuh

walau sering aku terjatuh
entah kapan…aku tak tahu

hingga tibanya waktu


Responses

  1. bebbeeuuhh….

  2. Den, agak gak sinkron tuh…
    Pas ‘walau sering….’ sampai kebawah. Hapus aja. (usul lho…)

    Kalau berhasil memendam asa sampai maut menjemput, katanya disebut syuhada lho…
    Tau kan?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: