Kekuatan dalam Kelemahan

September 7, 2009

…setiap tangisan hati yang merindu, sejatinya adalah mengakui kelemahan diri pada yang Maha Kuat, tak ada yang bisa menghapusnya, kecuali hati yang tunduk pada ketawadhuannya…

TanpaMu aku lemah dan tiada berarti…

Itulah sebuah kalimat yang menunjukan ketidakberartian seorang manusia di hadapan Tuhannya. Setiap kita merasakan hal yang berbeda di dunia ini, ada yang hartanya melimpah, jabatannya tinggi, bahkan merasa kelebihan dengan apa yang dimilikinya saat itu. Ada pula yang untuk makan keseharian pun masih bingung, jangankan jabatan, ia pun tak tahu seperti apa posisinya ditengah kumpulan manusia dilingkungannya, tetapi ada pula yang kehidupannya merasa cukup dengan apa yang ada saat itu. Jangan pernah berfikir bahwa mereka yang berkecukupan tak pernah punya masalah dengan rasa cukupnya, apalagi yang serba kekurangan, setiap orang akan diuji sesuai dengan apa yang dimilikinya saat itu, jikalah mereka yang memiliki harta banyak, maka ujiannya pun tak lepas dari hartanya yang banyak dan melimpah, begitupun yang hidupnya kekurangan, maka  akan diuji dengan kekurangannya. Setiap kita memiliki kelemahan, maka Allah akan menguji dititik terlemah kita.

Tergantung bagaimana sesorang bisa menyadari bahwa apa yang dihadapinya adalah sebuah ujian, kenikmatan dan cobaan pun adalah ujian. Begitu banyak orang yang angkuh akan kehidupan yang dimilikinya saat itu, merasa paling hebat, merasa paling memiliki segalanya, semua miliknya, sehingga ketika Allah mengambil atas apa yang dimilikinya, seakan tak meneima dan menyalahkan Allah.

Maka semestinya kita sadari bahwa kita sejatinya adalah makhluk yang lemah di hadapan Tuhan kita, sehingga tak ada keangkuhan tatkala kelebihan ada dalam diri, dan tak ada kesedihan saat kekurangan menemani diri kita. Karena pastinya kita yakin bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuat dan Allah Maha Kaya sehingga tak ada lagi keangkuhan dan ketakutan pada diri kita.

Lahirlah ketawadhuan dikala senang ataupun kesusahan , setiap tangisan hati yang merindu, sejatinya adalah mengakui kelemahan diri pada yang Maha Kuat, tak ada yang bisa menghapusnya, kecuali hati yang tunduk pada ketawadhuannya. Bahwa kita adalah makhluk yang lemah di hadapan Tuhan kita.

Memory 1 Ramadhan 1430 H / 22 Agustus 2009 14.50 WIB

Entry Filed under: muhasabah. Tags: .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


 

September 2009
M T W T F S S
« May    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Pages

ilkomerz

sahabat

Archives

Categories

Pesan Buat Denie

Iedul Fitri

Recent Comments

FEM on my gallery
ria on about me
anggun on Activity Management [Manajemen…
?? on about me
Woman on Activity Management [Manajemen…

Blog Stats

Meta

Categories

Tags

bagun QL yuk cinta edCoustic mimpi move senyum shaffix tilawah

Top Posts

Recent Posts