Antara Hati dan Diri

May 7, 2009

Antara Hati dan Diri



Berbicara masalah hati, seakan kita menerawang ke  ruang dimensi yang amat dalam,  dimensi yang begitu tinggi yang sulit untuk dipastikan baik atau buruknya. Percaya atau tidak, ketika kita berkutat dengan yang namanya hati, kita tak tahu baik atau buruknya kondisi  hati seseorang, karena begitu abstraknya ruang hati ini. Jangankan untuk mengetahui kondisi hati, terkadang kita pun sulit untuk mendeinisikan hati itu sendiri, sperti apa bentuknya, dimana sesungguhnya, dan yang paling ironis, terkadang seseorang bingung , apakah ia memiliki hati atau tidak. Mungkin kita sering mendengar, di tubuh kita ada segumpal daging, ketika ia baik, maka baik pulalah diri kita, dan ketika ia buruk, maka buruk pulalah diri kita.

Pernahkah terlintas pertanyaan dalam diri kita, seperti  apakah kondisi hati kita saat ini? Karena begitu tipisnya kondisi benar dan salahnya hati, sampai seseorang tak menyadari kondisi hatinya. Oleh karena itu sahabat, sudahkan kita mengenal hati kita, sudahkah kita faham akan hati kita kita ini, sulit memang untuk mengenal dan memahami hati diri kita sendiri, karena kita berhadapan dengan dimensi yang amat sangat abstrak, tapi bukan berarti kita tidak tahu akan kondisi hati kita. Banyak orang mengatakan bahwa hati adalah raja diri, benarkah? Ya, ia ibarat pusaran inti yang berada dalam diri kita ini, kemana ia berputar, maka yang lainnya mengikuti putaran itu. Ia pun seperti pusat yang memiliki sinar, yang ketika terang maka terang pulalah sekelilingnya, namun ketika ia gelap, maka gelap gulitalah yang lainnya.

Sahabatku, ada apa sebenarnya antara diri dan hati kita, apa yang terjadi selama kita hidup diantara keduanya. Ya …ternyata begitu besar pengaruh hati terhadap diri kita ini, setiap sikap dan tingkah yang ada tak lepas dari peran dari hati ini. Sikap kita menunjukan seperti apa hati kita, itulah ungkapan yang tepat menurut saya. Karena setiap ucap, dan sikap diri, menjadi gambaran isi hati yang ada dalam diri kita, menunjukan seberapa baik dan buruknya kwalitas hati kita. Sebuah ungkapan mengatakan, sebuah teko yang isinya air kopi, maka ketika teko itu dituangkan pasti akan mengeluarkan kopi, itulah ungkapan tentang hati dan aktivitas diri kita, buruknya hati akan mengakibatkan buruk pula tingkah kita, dan baiknya hati akan menjadikan sikap dan tingkah kita pun baik.

Seperti dalam sebuah syair lagu “ hati adalah cermin, tempat pahala dan dosa bertarung…”. Benar, dalam hati kita senantiasa sampai akhir hidup kita ada pertempuran yang setiap detiknya silih berganti kemenangan dan kekalahan, tegantung kwalitas hati dan diri kita saat itu. Pertempuran itu antara pengaruh kebaikan dan pengaruh keburukan, yang setiap saat tak henti-hentinya terus bertarung, beradu pengaryh, siapa yang paling kuat, itulah yang yang berpengaruh, berpengaruh terhadap warna hati, yang tentunya berpengaruh pada pilihan diri, kebaikan atau keburukan, kebenaran atau kesesatan yang muncul, itu semua tergantung siapa yang memenangkan pertarungan, si pahala atau dosa…..(continued)….

Entry Filed under: muhasabah. Tags: .

1 Comment Add your own

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


 

May 2009
M T W T F S S
« Apr   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Pages

ilkomerz

sahabat

Archives

Categories

Pesan Buat Denie

Iedul Fitri

Recent Comments

FEM on my gallery
ria on about me
anggun on Activity Management [Manajemen…
?? on about me
Woman on Activity Management [Manajemen…

Blog Stats

Meta

Categories

Tags

bagun QL yuk cinta edCoustic mimpi move senyum shaffix tilawah

Top Posts

Recent Posts