asa dalam penantiannya
October 17, 2008

sesaat hadir dalam diamnya
ia pun bicara tanpa kata
tak biasanya ia menyapa
kosong…yang tengah bersisa
bayang indahmu saat ini bercerita
kapan terakhir kau hadir???
mencoba aku mengingatnya
birlah rasa terdalam itu kini kusimpan dalam kalbu
tak ada yang tahu
kecuali Dia yang Maha Tahu
biarlah semuanya bungkam
seakan hanya sunyi yang terpendam
hingga saatnya nanti rasa dan asa itu berlabuh
walau sering aku terjatuh
entah kapan…aku tak tahu
hingga tibanya waktu
Entry Filed under: puisi kita. Tags: cinta.
2 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
jejaksatria | October 17, 2008 at 2:49 am
bebbeeuuhh….
2.
deezeeka | November 22, 2008 at 6:16 am
Den, agak gak sinkron tuh…
Pas ‘walau sering….’ sampai kebawah. Hapus aja. (usul lho…)
Kalau berhasil memendam asa sampai maut menjemput, katanya disebut syuhada lho…
Tau kan?