Kekuatan dalam Kelemahan
…setiap tangisan hati yang merindu, sejatinya adalah mengakui kelemahan diri pada yang Maha Kuat, tak ada yang bisa menghapusnya, kecuali hati yang tunduk pada ketawadhuannya…
TanpaMu aku lemah dan tiada berarti…
Itulah sebuah kalimat yang menunjukan ketidakberartian seorang manusia di hadapan Tuhannya. Setiap kita merasakan hal yang berbeda di dunia ini, ada yang hartanya melimpah, jabatannya tinggi, bahkan merasa kelebihan dengan apa yang dimilikinya saat itu. Ada pula yang untuk makan keseharian pun masih bingung, jangankan jabatan, ia pun tak tahu seperti apa posisinya ditengah kumpulan manusia dilingkungannya, tetapi ada pula yang kehidupannya merasa cukup dengan apa yang ada saat itu. Jangan pernah berfikir bahwa mereka yang berkecukupan tak pernah punya masalah dengan rasa cukupnya, apalagi yang serba kekurangan, setiap orang akan diuji sesuai dengan apa yang dimilikinya saat itu, jikalah mereka yang memiliki harta banyak, maka ujiannya pun tak lepas dari hartanya yang banyak dan melimpah, begitupun yang hidupnya kekurangan, maka akan diuji dengan kekurangannya. Setiap kita memiliki kelemahan, maka Allah akan menguji dititik terlemah kita.
Tergantung bagaimana sesorang bisa menyadari bahwa apa yang dihadapinya adalah sebuah ujian, kenikmatan dan cobaan pun adalah ujian. Begitu banyak orang yang angkuh akan kehidupan yang dimilikinya saat itu, merasa paling hebat, merasa paling memiliki segalanya, semua miliknya, sehingga ketika Allah mengambil atas apa yang dimilikinya, seakan tak meneima dan menyalahkan Allah.
Maka semestinya kita sadari bahwa kita sejatinya adalah makhluk yang lemah di hadapan Tuhan kita, sehingga tak ada keangkuhan tatkala kelebihan ada dalam diri, dan tak ada kesedihan saat kekurangan menemani diri kita. Karena pastinya kita yakin bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuat dan Allah Maha Kaya sehingga tak ada lagi keangkuhan dan ketakutan pada diri kita.
Lahirlah ketawadhuan dikala senang ataupun kesusahan , setiap tangisan hati yang merindu, sejatinya adalah mengakui kelemahan diri pada yang Maha Kuat, tak ada yang bisa menghapusnya, kecuali hati yang tunduk pada ketawadhuannya. Bahwa kita adalah makhluk yang lemah di hadapan Tuhan kita.
Memory 1 Ramadhan 1430 H / 22 Agustus 2009 14.50 WIB
Add comment September 7, 2009
Metamorphose QGEN – ATOM INDONESIA training and consulting….coming soon

semangat
ATOM INDONESIA training and consulting
2 comments May 14, 2009
Antara Hati dan Diri
Antara Hati dan Diri

Berbicara masalah hati, seakan kita menerawang ke ruang dimensi yang amat dalam, dimensi yang begitu tinggi yang sulit untuk dipastikan baik atau buruknya. Percaya atau tidak, ketika kita berkutat dengan yang namanya hati, kita tak tahu baik atau buruknya kondisi hati seseorang, karena begitu abstraknya ruang hati ini. Jangankan untuk mengetahui kondisi hati, terkadang kita pun sulit untuk mendeinisikan hati itu sendiri, sperti apa bentuknya, dimana sesungguhnya, dan yang paling ironis, terkadang seseorang bingung , apakah ia memiliki hati atau tidak. Mungkin kita sering mendengar, di tubuh kita ada segumpal daging, ketika ia baik, maka baik pulalah diri kita, dan ketika ia buruk, maka buruk pulalah diri kita.
Pernahkah terlintas pertanyaan dalam diri kita, seperti apakah kondisi hati kita saat ini? Karena begitu tipisnya kondisi benar dan salahnya hati, sampai seseorang tak menyadari kondisi hatinya. Oleh karena itu sahabat, sudahkan kita mengenal hati kita, sudahkah kita faham akan hati kita kita ini, sulit memang untuk mengenal dan memahami hati diri kita sendiri, karena kita berhadapan dengan dimensi yang amat sangat abstrak, tapi bukan berarti kita tidak tahu akan kondisi hati kita. Banyak orang mengatakan bahwa hati adalah raja diri, benarkah? Ya, ia ibarat pusaran inti yang berada dalam diri kita ini, kemana ia berputar, maka yang lainnya mengikuti putaran itu. Ia pun seperti pusat yang memiliki sinar, yang ketika terang maka terang pulalah sekelilingnya, namun ketika ia gelap, maka gelap gulitalah yang lainnya.
Sahabatku, ada apa sebenarnya antara diri dan hati kita, apa yang terjadi selama kita hidup diantara keduanya. Ya …ternyata begitu besar pengaruh hati terhadap diri kita ini, setiap sikap dan tingkah yang ada tak lepas dari peran dari hati ini. Sikap kita menunjukan seperti apa hati kita, itulah ungkapan yang tepat menurut saya. Karena setiap ucap, dan sikap diri, menjadi gambaran isi hati yang ada dalam diri kita, menunjukan seberapa baik dan buruknya kwalitas hati kita. Sebuah ungkapan mengatakan, sebuah teko yang isinya air kopi, maka ketika teko itu dituangkan pasti akan mengeluarkan kopi, itulah ungkapan tentang hati dan aktivitas diri kita, buruknya hati akan mengakibatkan buruk pula tingkah kita, dan baiknya hati akan menjadikan sikap dan tingkah kita pun baik.
Seperti dalam sebuah syair lagu “ hati adalah cermin, tempat pahala dan dosa bertarung…”. Benar, dalam hati kita senantiasa sampai akhir hidup kita ada pertempuran yang setiap detiknya silih berganti kemenangan dan kekalahan, tegantung kwalitas hati dan diri kita saat itu. Pertempuran itu antara pengaruh kebaikan dan pengaruh keburukan, yang setiap saat tak henti-hentinya terus bertarung, beradu pengaryh, siapa yang paling kuat, itulah yang yang berpengaruh, berpengaruh terhadap warna hati, yang tentunya berpengaruh pada pilihan diri, kebaikan atau keburukan, kebenaran atau kesesatan yang muncul, itu semua tergantung siapa yang memenangkan pertarungan, si pahala atau dosa…..(continued)….
1 comment May 7, 2009
Activity Management [Manajemen Aktivitas]
Activity Management
[Manajemen Aktivitas]
Sebelum melangkah pada pengertian manajemen, ada hal esensial yang harus kita pahami terlebih dahulu. ”Sudahkah kita mengenal dan memahami pola aktivitas harian kita dengan baik?”, ”Sudahkah kita mampu mengukur seberapa mampu kita melakukan sesuatu?”, dan terakhir, ”Sudahkah kita benar-benar mengenal dengan baik siapakah sebenarnya diri kita?”. Tanpa kita menemukan jawaban-jawaban pertanyaan tersebut dengan baik, kita akan mengalami kesulitan dalam me-manage aktivitas kita. Bagaimana kita bisa mengatur, kalau apa yang akan kita atur tidak kita ketahui dengan baik. Sehingga intinya adalah; Kenali pola aktivitas, kemudian manage dengan baik!
Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno “management”, yang memiliki arti “seni melaksanakan dan mengatur”. Pengaturan ini tidak berada di ruang hampa. Ia harus diletakan dalam lanskap sebuah kehidupan manusia dengan segala kompleksitas masalah yang dihadapinya. Me-manage aktivitas dengan sendirinya berarti melaksanakan aktivitas sehari-hari yang terkelola atau berada dalam pengaturan secara optimal untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
Nah, untuk sukses mengelola aktivitas harian, ada empat hal yang senantiasa kita harus lakukan, yaitu :
1. Perencanaan aktivitas yang rinci dan Jelas
Kegiatan pertama seseorang yang ingin sukses dalam me-manage aktivitasnya adalah melakukan perencanaan secara rinci dan jelas. Hal ini dimaksudkan agar sejumlah aktivitas yang akan dilakukan bisa terukur dengan mudah serta dapat diprediksi dengan akurat. Bentuk perencanaan ini dalam teknisnya bisa dilakukan pada malam hari sebelum tidur atau pada saat pagi-pagi sekali, sebelum ada aktivitas harian. Untuk teknis kita bisa menuliskannya di buku agenda harian khusus, handphone, active desktop calendar pada komputer/laptop atau bisa juga pada kertas apapun yang dianggap bisa menjadi media pengingat aktivitas. Semakin jelas rinciannya, maka akan semakin baik pula hasil yang akan diperoleh oleh seseorang. Segala kemungkinan buruk-pun dengan leluasa dapat terprediksi dengan jelas. Selain aktivitas harian, kita juga dapat merancang aktivitas mingguan atau bulanan. Rencana ini ditulis pada minggu atau bulan sebelum minggu/bulan yang bersangkutan.
2. Pengorganisian agenda aktivitas
Pengorganisasian atau organizing berarti menciptakan suatu mekanisme teknis maupun non teknis yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga potensi diri bisa dioptimalkan dengan baik untuk mencapai visi tertentu. Pengorganisasian ini juga bertujuan mengatur suatu kegiatan besar yang mungkin sangat strategis bagi kehidupan seseorang menjadi kegiatan-kegiatan operasional yang lebih kecil dan sederhana. Pengorganisasian aktivitas ini misalnya, ketika seseorang ingin menjadi entrepreneur sukses, maka ia harus mulai melakukan sejumlah aktivitas-aktivitas kecil yang dia siapkan sebagai landasan bagi aktivitas besar tersebut. Contoh teknis yang lain misalnya, ketika seseorang yang sedang studi S1 atau S2 akan menyusun skripsi, maka dengan sendirinya dia harus mulai melakukan aktivitas-aktivitas kecil pendukung pembuatan skripsinya seperti; jalan-jalan ke perpustakaan atau toko buku untuk hunting bahan penulisan, melakukan browsing internet untuk mendapatkan bahan terpilih, atau aktivitas kecil lainnya yang relevan.
5 comments April 4, 2009
Muara Kesabaran
Muara Kesabaran

Layaknya tanah liat yang di bakar, kemudian dibentuk menjadi sebuah guci yang masih hitam, lalu kemudian di keringkan dan dibakar kembali, yang setelah itu di ulas oleh cat-cat terbaik untuk menghiasi guci agar indah di pandang, sehingga Nampak cantik saat di jadikan hiasan rumah. Seperti itulah kita dibentuk oleh sang pencipta, suatu proses panjang yang melelahkan dan memerlukan energi dan kesabaran yang kuat.
Di sadari atau tidak, hidup ini adalah sebuah proses yang rumit dan panjang, sebelum kita terlahir ke dunia, bukankah begitu lelahnya ibu mengandung dengan segala beban dan rasa sakit yang luar biasa, pun ketika kita dilahirkan, antara hidup dan mati diperjuangkan, apakah ibu yang bertahan atau sang bayi yang bertahan, bahkan sebaliknya, namun akan sangat membahagiakan ketika keduanya bertahan. Itulah awal yang penuh perjuangan dan memrlukan kesaaran sang ibu.
Tempaan hidup pun di mulai ketika kita mulai mengerti akan hidup, layaknya tanah liat yang di bakar untuk akhirnya menjadi guci yang indah. Begitupun dengan hidup kita, ujian dan cobaan terus dan akan terus mengiringi kehidupan kita, rasa lelah akan kehidupan akan terus menjadi batu penghalang kita dalam melangkah, maju atau mundur itulah pilihannya. Semua proses panjang itu pasti akan ada dalam episode hidup kita dan harus dilalui. Perlu adanya kesabaran dalam melaluinya, kesabaran yang tak pernah padam oleh waktu.
Kesabaran tak ada batasnya, itu yang seharusnya kita fahami, karena sesungguhnya kita yang menentukan kadar kesabaran dalam diri kita, semuanya kembali pada diri kita, maka sudah sepantasnya kita memahami arti sebuah kesabaran. Belajarlah dari kehidupan yang kita lalui, sebesar apa kadar kesabaran yang kita miliki, mudah memang untuk katakan, tapi bukan hal yang sulit juga untuk kita lakukan.
Tempaan hidup yang begitu keras yang dilalui dengan kesabaran, hingga akhirnya kita mampu melewati jalan panjang yang melelahkan, yakinlah setiap proses yang dilalui dengan penuh kesabaran akan menghasilkan kualitas diri kita yang semakin baik, karena seyogyanya semakin panjang waktu yang kita miliki dalam hidup kita, maka semakin banyak hikmah yang kita dapat dari kehidupan kita, sehingga kita mampu belajar dari semuanya, untuk akhirnya menjadi diri yang terus lebih baik.
Maka akan ada akhir yang indah ketika semuanya mampu dilalui, akan ada hasil yang menakjubkan ketika semuanya terlewati dengan penuh kesabaran, kebahagiaan dan kualitas diri yang lebih baik yang akan menjadi akhir terindah setelah semuanya mampu dilalui, itulah muara kesabaran yang akan kita rasakan, tak peduli sepanjang dan seberat apa proses yang akan kita hadapi, semuanya pasti bias dilalui.
6 comments February 19, 2009
Believe In Yourself
Believe In Yourself

Begitu banyak hal yang dapat mempengaruhi keadaan kita, menjadikan hari-hari kita berbeda setiap detiknya, yang bisa menjadikan kita orang yang paling bahagia atau bahkan sebaliknya. Detik-detik hidup yang kita lalui memiliki warna dan rasa yang berbeda, kejadian yang kita alami, masalah yang kita hadapi, semuanya terus bergulir dan silih berganti antara baik atau sebaliknya. Sungguh begitu banyak hal yang dapat mempengaruhi diri kita, entah itu hal yang baik atau buruk, hal yang bisa membuat kita tersenyum bahagia atau menangis penuh kepiluan. Pagi, siang, sore, hingga malam harinya, akan menjadi keadaan yang berbeda dengan apa yang kita lakukan dan kita hasilkan saat itu. Tapi berbeda atau tidaknya keadaan kita dalam hari-hari yang kita lewati akan bergantung pada diri kita, kefahaman akan hidup, kefahaman akan segala yang di hadapi.
Ada kalanya ketika kita terbangun pada pagi hari dengan segala keindahan dan pesonanya, namun saat itu, keadaan tak seperti yang kita harapkan terjadi. Itulah saat ketika kita harus memberitahu dan meyakinkan pada diri kita sendiri, bahwa keadaan akan semakin membaik, keadaan akan bisa kita hadapi, tak ada kata menyerah dan mengeluh, semuanya akan mengandung hikmah yang akan semakin mendewasakan kita, keadaan itu takkan mengubah pagi yang indah menjadi suram buram dalam kegelapan, tak lantas mentari langsung tenggelam, semuanya akan berjalan baik, tak berubah sedikit pun, hanya perlu keyakinan diri yang menjadikan semuanya menjadi indah.
Ada saat ketika ada orang yang mengecewakan kita, membuat kita sedih, seakan tak ada lagi yang bisa kita percaya. Itulah waktu, ketika kita harus mengingatkan diri sendiri, untuk percaya dan yakin pada penilaian dan pendapat kita sendiri, untuk tetap fokus pada keyakinan diri sendiri, dan mengatakan bahwa semuanya bisa dilakukan, semuanya akan baik-baik saja, dunia tak lantas menjadi tandus. Itulah saat dimana kita harus menyadari akan tantangan dan perubahan yang harus dihadapi dalam hidup yang kita jalani. Semunya tergantung pada diri kita sendiri, bagaimana menerimanya, bagaimana kita bisa ikhlas akan semua keadaan yang dihadapi, semuanya kita yang memilih dan menentukan seperti apa kita menghadapinya.
Tetaplah jaga diri pada arah yang tepat untuk mecapai tujuan. Cita dan harapan yang telah kita goreskan di lembaran hidup, semuanya pasti bisa kita capai, hanya kita yang bisa menentukan semuanya. Memang tidak mudah untuk melakukannya, tapi yakinlah bahwa masa-masa sulit yang kita hadapi dan singgah dalam kehidupan kita, akan menyadarkan kita akan jati diri yang sesungguhnya, jati diri yang sering kita sebut saat kita beranjak dewasa dulu.
Masa-masa sulit itu akan ada dan pasti kita rasakan suatu saat nanti atau bahkan saat ini, hari-hari dimana penuh dengan frustasi, penuh dengan tanggung jawag yang membebani, berat untuk dihadapi. Ingatlah, untuk tetap yakin pada diri sendiri dan segala yang kita cita dan harapkan dalam hidup kita. Semua tantangan dan perubahan itu hanya akan membantu kita dalam mendewasakan diri dan menemukan makna diri dan jati diri yang selam ini kita cari, menemukan tujuan yang selama ini memang diperuntukan bagi kita, ia tak akan mengubah keadaan sedikit pun. Maka tak ada jalan lain, yakinlah akan diri sendiri, yakin akan kemampuan diri, bahwa semuanya bisa di hadapi dan semuanya akan menjadi hari-hari yang baik, walau keadaan yang terus berbeda setiap waktunya.
::de_shinichi-ksatria::
1 comment February 19, 2009
hilangnya yang kumiliki
terkadang rasa nimkat terasa begitu dalam, sesaat begitu hilangnya sesuatu yang kita miliki hilang. ya Allah, begitu kuasanya Kau…(nanti lanjutin nulisnya tentang: hilangnya yang kumiliki hehe…)
Add comment February 9, 2009
bayang dalam remang
sungguh
bukan karena aku tak tahu apa yang berada dibalik tirai itu
bayang gelap yang menutup keremangan
hanya saja sejenak terdiam
untuk sekedar menatap lekat
entah kenapa aku yang terjebak
dalam kelam yang tak gelap tak juga terang
hanya jalan yang tak jua jelas
5 comments January 12, 2009
Hanya Sebatas Puisi
Mengejar Mentari 

kau ingin tahu…
siapa yang ada dalam bayang mentari itu
hanya berupa remang yang tak juga jelas
dibalik pohon kelapa itu
apakah kau tahu…
kapan ia datang lalu diam disitu?
menatap metari yang semakin redup
makin memerah hingga membuat bayang semu…
kau tahu…
kenapa dia diam disitu…
sendiri seolah tak bergeming,,,
hanya diam dan menatap…
kawan…
dia hanya sejenak melintas…
dia hanya sekejap berdiri…
tak lama dia akan berlari…
mengejar mentari itu…
7 comments January 6, 2009
Memaknai Untuk Akhirnya Memahami

“Memahami”, kata yang memiliki makna yang sangat dalam, begitu seringnya kata ini terucap namun tak banyak orang yang justru ‘faham’ dengan kata “memahami” ini. memang banyak arti yang melekat dalam kata ini, memahami bisa diartikan mengerti tentang sesuatu hal. Banyak orang yang sakit hati dan kecewa karena tidak terlalu mengerti apa makna dari “memahami” ini. banyak hal yang masih tersembunyi, layaknya sebuah misteri, kata inilah yang penuh misteri. seseorang bisa kecewa dengan dirinya sendiri, tak peduli dengan dirinya, tak lagi berfikir baik untuk akhirnya melakukan yang baik untuk dirinya, karena hilangnya makna “memahami” ini, ya… ia tak pernah bisa memaknai kata “memahami” ini, memahami diri sendiri.
Sahabat. terkadang kita tahu seperti apa memahami, tapi kita jarang bisa memaknai lebih dalam kata ini. Sulit memang, begitu banyak kondisi yang harus di hadapi, dan tentunya setiap kondisi yang kita alami harus senantiasa kita fahami, tak hanya banyaknya kondisi yang ada, tapi bagaimana kita bisa memandang setiap kondisi dari berbagai sisi, sehingga akhirnya kita bisa memahami kondisi yang ada, dan kita pun bisa tahu apa yang seharusnya kita lakukan.
Bukankah kita pun sulit untuk memahami diri kita sendiri. Seandainya kita tanyakan itu pada diri sendiri, saya yakin tak banyak orang yang akan menjawab “ya” dengan tegas bahwa ia sudah memahami dirinya sendiri. Banyak faktor yang menyebabkan mengapa terkadang kita tak mampu untuk memahami diri sendiri. Ketika pada kondisi tersulit yang sedang kita hadapi, banyak orang yang berputus asa dengan apa yang dihadapinya, seakan semuanya sulit, sangat sulit, ia tak tahu apa yang harus dilakukan lagi, seakan tak ada lagi jalan yang bisa di lalui untuk lepas dan akhirnya berlari dari semua kondisi tersulit ini, bukankah hal ini terjadi ketika kita tak memahami diri sendiri, kita tak pernah faham alur hidup yang kita inginkan, kita tak faham seperti apa kelebihan yang kita miliki, kita tak faham kekuatan apa yang kita miliki, kita tak faham betapa sempurnanya Allah menciptakan kita dengan segala potensi yang maha dahsyat yang kita miliki, kita tak faham apa yang menyebabkan kondisi tersulit itu terjadi pada kita, begitu banyak ketidakfahaman kiat dengan diri sendiri.
Sahabat, pernahkah kita sejenak untuk merenungi diri sendiri, dikeheningan malam yang lembut, hanya kita dan Dia yang hadir, mencoba menanyakan pada diri sendiri apa sebenarnya yang kita inginkan? apa hal yang membuat kita bahagia? apa kelemahan yang selama ini mengakar dalam diri kita? apa kelebihan yang menjadi kekuatan yang dimiliki? apa hal terindah yang ingin kita rasakan? apa hal yang sudah kita lakukan untuk orang-orang di sekitar kita? berapa banyak dosa yang sudah kita lakukan? berapa kebaikan yang sudah kita lakukan? tanyakan semua yang ada dalam diri kita, bisakan kita jawab, maka seharusnya kita bisa menjawabnya.
Bukan hanya ketika kondisi tersulit yang bisa membuat kita hilang arah, bukankah tidak sedikit orang yang diberi kenikmatan, bergelimang harta, jabatan dan semua yang seharusnya membbiat semuanya bahagia, tapi banyak yang justru tidak merasakan kebahagiaan hidup, yang ada hanya ketakutan, kegundahan dan kegersangan yang ada. Lalu apa yang membuat semuanya takut, kalau bukan karena tidak memahaminya diri sendiri.
Coba kita lihat ke luar sana, lihatlah anak-anak kecil yang bermain begitu riang dan cerianya ia bermain, menendang bola, memainkan boneka, tersenyum, tertawa, menari di tengah kebun bunga yang indah. Apa yang membuat mereka seperti itu? bukankah mereka bisa tersenyum, tertawa, bahagia karena mereka tahu apa yang bisa membuat mereka tersenyum, mereka tahu boneka amat lucu, bola amat berharga untuk dimainkan, bunga betapa menyejukkan dan tarian yang membahagiakan.
sahabat…cobalah kita fahami diri kita ini, banyak hal yang bisa kita lakukan, banyak hal yang sebenarnya kita inginkan, banyak hal yang tersimpan dalam diri kita dan belum kita temukan…. (to be continued)
2 comments January 5, 2009