Posted by: jejaksatria | December 8, 2011

MPKMB IPB 2007 – Agraris 44

Theme Song Agraris 44

Empat-Empat Generasi Muda

Penuh harapan Membangun Masa Depan

Dengan Pertanian Mari Bergandeng Tangan

Mengukir Masa Depan Yang Mapan..

Empat-Empat Bersama AGRARIS

Ciptakan Cinta dan juga Rasa Bangga

pada Pertanian di Indonesia

Bersama di AGRARIS 44

Hapuskan duka, Hilangkan Lara

Dalam Tangis dan Tawa Kita Songsong Harapan

Kini Saatnya kita meraih Cita

Bersama kita bisa dalam Kebersamaan

Dalam hati berjanji Fourty Four Is The Best

Lets Be The Agent Of Change

Wujudkan Impianmu 

Disini..DI IPB kita

Kembangkan Diri jadi Yang Terbaik….

::MPMKB Team::

 Dowload lagunya Disini Ya: Theme Song Agraris 44

Posted by: jejaksatria | November 30, 2011

Seni Kehidupan

Maka benar adanya bahwa kehidupan ini adalah sebuah perjalanan panjang yang penuh dengan liku dan warna. Dan setiap orang memilki cerita sendiri, karena pada hakikatnya kita seperti menuliskan cerita, yang setiap saat bisa kita baca. Namun bukan hal yang mustahil orang lain akan dengan setia terus membaca tulisan itu, ya begitulah kehidupan, kita hidup dan tak lepas dari perhatian lingkungan selitar kita.

Fase-fase kehidupan kita layaknya sebuah bagian cerita yang kita tuliskan, dan itu semua memilki cerita dan alur tersendiri, jelas tak ada yang sama bahkan ada yang berbeda sampai 180 derajat. sadar atau tidak itu semua akan kita lewati, hingga bagian akhir cerita itu ditutup dengan sebuah kematian.

seperti yang tadi saya sampaikan bahwa fase itu berbeda, maka meski ada seni agar fase dan cerita itu menarik untuk dibaca dan amat berkesan ketika orang lain menyimaknya, ya itulah seni kehidupan. Ternyata hidup ini tidak akan pernah terlepas dari yang namanya seni. Tanpa seni, rasanya kehidupan itu biasa saja, tak ada yang menarik, karena justru dengan seni kehidupan itulah yang akan menjadikan hidup kita bermakna dan senantiasa terasa berbeda. Seni kehidupan yang amat berharga sekali, karena ia tak akan kita dapatkan dibangku sekolah, karena ia melekat pada fase kehidupan itu sendiri.

Seni kehidupan itu muncul dari anak tangga kehidupan yang kita lewati, tak ada yang mengajarkannya, karena ia hadir dari kesadaran dan kedewasaan kita dalam memandang dan menjalani kehidupan itu sendiri. Seni mengelola hidup itu senantiasa akan terus bertambah seiring perjalanan hidup yang kita lewati, hanya orang-orang yang tak mau belajar dari kehidupan yang tidak memiliki seni mengelola hidup… to be continued

Posted by: jejaksatria | February 19, 2011

Life Is An Adventure

I want to live my life to the absolute fullest
To open my eyes to be all I can be
To travel roads not taken, to meet faces unknown
To feel the wind, to touch the stars
I promise to discover myself
To stand tall with greatness
To chase down and catch every dream
LIFE IS AN ADVENTURE

Sungguh video yang sangat menginspirasi kita semua, ayo lah kawan..hidup ini terlalu mahal kalau harus kita sia-siakan setiap waktunya.

“Hidup ini akan indah kalau kita membuatnya indah, dan hidup akan terasa begitu sulit kalau kita membuatnya sulit”

Posted by: jejaksatria | January 27, 2011

Teka-Teki…(dan jawabnya adalah sesuatu yang indah)

 

Masih,,,aku dengan bagian perjalanan dan alur hidup lengkap dengan teka teki yang harus aku jawab dan selesai kan, ‘ide-ide gila’ terkadang ada saja terlintas dalam fikiranku. ‘ide gila’ untuk mencari jawaban yang tepat atas teka-teki itu, sesekali fikiranku buntu, hingga berfikir yang tidak-tidak, ah itu sudah biasa aku rasakan. Lebih baik aku teruskan saja perjalanan ini sembari berfikir susunan kata apa yang tepat aku isikan pada kotak-kotak putih yang dibatasi oleh kotak-kotak hitam dalam lembaran lembaran kertas dalam buku itu, sudah cukup rasanya istirahat untuk berteduh dan meneguk air jernih yang ada dalam ransel ku ini. Kusimpan saja buku teka-teki dan pulpen itu, sambil mengingat-ingat beberapa pertanyaan yang ada, sembari aku berjalan dan mulai melangkah, ya seperti biasa dengan tas ransel yang selalu ku bawa di punggung ku dan tak lupa pula kacamata minus dan silinderku ini, ah rasanya kalo tanpanya dunia jadi tak jelas.

Sesekali aku bertanya pada orang-orang yang kutemui di jalanan, banyak hal yang kadang aku tanyakan pada mereka, ya siapa tahu ada clue untuk menjawab pertanyaan yang tadi aku ingat-ingat, atau sekedar ingin berkenalan dengan mereka, ah apalah itu hany a untuk mengisi perjalanan ini agar tidak sepi sendiri, berbicara dan berfikir sendiri serasa tidak ada penghuni lain saja. Tapi tepatnya aku lebih bertanya di mana dan berapa jauh lagi perkampungan yang menjadi tempat tinggalku selanjutnya. ya tempat tinggalku selanjutnya.

Read More…

Posted by: jejaksatria | January 27, 2011

Sensasi Mac OS dengan STP 1.5

Sahabatku semua,,kali ini saya akan share mengenai Aplikasi Desktop Snow Transformation Pack Version 1.5 yang merupakan aplikasi untuk mengubah tanpilan windows 7 anda sama seperti Mac OS X Snow Leopard 10.6.6. Bagi anda yang memiliki laptop intel dan amat ribet jika menginstal Mac OS X (pengalaman), anda bisa menggunakan aplikasi ini untuk merasakan sensasi Mac OS mulai dari logon screen, startup, star menu, explorer, icon, rocketdoc dan lainnya. Berikut Tampilan Snow Transformation Pack version 1.5

Logon Screen

Desktop

Windows Explorer

Itu Tampilan yang bisa kita rasakan sensainya dilaptop kita, serasa punya Apple aja. Untuk Instalasinya anda haru mengikuti beberapa langkah berikut:

1. download aplikasi Snow Transformsation Pack 1.5 ini merupakan versi terbaru bisa di download pada link di bawah

2. install programnya, dan sebelumnya nonaktikan dulu UAC pada windows anda, maka desktop anda akan muncul seperti ini:

3. kemudian klik next dan tunggu, jika ada problem dengan UAC makan matikan UACnya, atau ada kemungkinan problem dengan file modifype.exe, download aja di sini kemudian copy file tersebut ke folder C:\Windows kemudian restart komputer dan install kembali Snow Transformation Pack 1.5. setelah selesai restart kembali komputer anda, pada start up akan muncul konfigurasi seperti di bawah ini, anda tinggal centang semua dan exit

6. Selesai, sekarang anda dapat merasakan sendiri sensasi Mac OS X dalam laptop windows anda. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat. Link download Snow Transformation Pack 1.5 di bawah ini. Jika ada pertanyaan dan problem silahkan ini di komentar. terima kasih

 

Posted by: jejaksatria | January 6, 2011

Tentang Sebuah Hati…

Karena pada dasarnya hidup ini akan senantiasa membuat kita berfikir dan bergerak, melakukan semua yang menjadi alur perjalanan kita, seperti pada sebuah tulisan sebelumnya “Tentang sebuah perjalanan” bahwa akan saja terus menmepuh jalan sampai nanti perjalanan yang akan menjadi perhentian kita. Ternyata tak ada kata diam rsanya ketika kita melakukan perjalanan itu. Hidup laksana petani yang menanam padi, benih yang awalnya disemai lalu kemudian tumbuh dan besar indah menghijau menghiasi hamparan sawah sang petani, tak hanya itu ia pun mengundang hama dan gulma yang dapat membahayakan kelangsungan padi itu. Untung lah sang petani punya casra sendiri agar padi itu tetap hijau dan berbuah hingga menguning lalu kemudia bisa di panen dan akhirnya mati.

Begitulah perumpamaan hidup kita, bahwa Allah yang menjadikan kita hingga sampai saat ini nafas yang masih terhembus, Allah menjadikan kita untuk mampu menghadap ‘hama-hama’ kehidupan, karena pada dasarnya Allah sudah mendidik kita dari sejak kita lahir. Allah mengkaruniakan kita fikiran agan senantiasa mampu untuk memilih mana yang  baik atau tidak, Allah mengkaruniakan kita fisik agar mampu melakukan sesuatu saat fikiran ini merespon dunia luar sehingga memerintahkan seluruh organ untuk bergerak. Dan satu yang dahsyat yaitu Allah mengkaruniakan sbuah hati agar fikiran dan fisik bergerak atas dasar  jalan yang lurus dan mampu menjadikan semuanya begitu terarah.

Bahwa hati ini hanya kita dan Allah yang mengetahuinya, tak ada yang bisa tahu tentang hati seseorang kecuali ia sendiri. Wajah yang menjadi nampak tak menjadi jaminan isi hati sesungguhnya, hanya sikap dan perilaku yang akan menjadi cermin hati itu sendiri, seperti halnya sebuah teko yang berisi susu, maka ia akan mengeluarkan susu, terlepas bentuk dan warna teko yang indah atau mengkilau, tapi kita takkan tahu isi teko itu sebelum menuangkannya ke dalam gelas, air susu kah, atau air kopi kah atau bahkan air keras kah. Tak akan ada yang tahu…

Bahwa hati pun akan seperti cermin, saat ia dibiarkan begitu saja, maka ia akan kotor, awalnya hanya bercak hitam yang menutupinya lalu hitam itu pun menutupi cermin hingga tak ada lagi celah untuk kita bercermin, begitulah hati ia akan menjadi cermin diri kita, untuk melihat seberapa indah kah wajah ini, seberapa menkjubkannya pakaian yang kita gunakan, apa yang harus disisir dari bagian rambut ini, apa yang harus di hiasi dari wajah dan pakaian ini. Kotoran apa yang membuat wajah ini terlihat tidak indah, hingga kita tahu celah kotor yang ada di wajah dan tubuh kita. Namun saat cermin itu hitam pekat, maka tak ada lagi tempat bercermin, kita tak tahu seperti apa diri kita, hingga akhirnya kita tak mempedulikan diri kita.

Wahai diri yang memiliki hati, sadarilah bahwa hati kita ini adalah cermin diri kita, yang mestinya harus kita rawat, dibersihkan, simpan di tempat yang membuatnya mampu terjaga dari debu dan kotoran. Bahkan jangan sampai hati ini retak dan hancur berkeping-keping karena sikap kita yang ceroboh dan tak peduli dengannya.

Wahai hati yang indah untuk bercermin, katakan lah pada kami bahwa kau adalah bagian dari hidup yang tak akan terpisah dari fisik dan fikiran kami, jadikan dirimu seindah wajahmu. katakan pada kami bahwa begitu inginnya kau agar kami menjaga dirimi. Bahwa betapa ada celah kotor yang akan membuatmu menangis. Karena kau adalah cermin bagi hidup kami dalam menjemput kematian kami.

 

::: deni :::

 

Posted by: jejaksatria | January 5, 2011

Tentang Sebuah Perjalanan

 

photo by: national geographic

Mungkin banyak catatan yang telah dituliskan, juga banyak jalan yang ditempuh, semakin menggunung saja kertas-kertas yang menceritakan kisah hidup dan semakin jauh saja perjalanan ini. Rasanya, kita jarang berfikir dan merenungkan betapa uniknya kisah hidup kita masing-masing, mulai dari fisik yang berbeda dan special termasuk apa-apa yang ada pada diri kita, karena hal itulah, mengapa perjalanan dan kisah hidup kita unik, berbeda bahkan special bagi kita sendiri.

seperti buah yang mengalami proses bakal bunga, menjadi bunga kemudian mengalami penyerbukan, hingga kemudian ia menjadi bakal buah yang membuat para petani senang dan menyimpan harapan akan panennya nanti banyak, terus tumbuh, dengan segala kondisi yang ada ia harus bertahan dan tumbuh menjadi buah yang ranum, hujan, terik matahari, badai yang menjadi tantangannya.

jika saja bakal buah itu tak sanggup bertahan, seklaipun itu hanya angin yang datang sepoi-sepoi, maka ia terhatuh kemudia terurai menjadi unsur hara. Sang petani berharap bakal buag itu tak ada yang terlepas dari pohonnya, ia menyimpan harapan besar suatu saat pohon itu dihiasi buah yang besar lagi ranum, hingga ia bisa memetikknya merasakan betapa manisnya hasil kerja kerasnya selama ini, untuk kemudian menanam kembali bijinya menjadi calon-calon pohon yang nantinya akan meghasilkan buah yang sama atau lebih manis dan besar dari itu, entah dengan menanam ditempat yang lebih baik, pupuk yang lebih baik atau mungkin dengan teknologi rekayasa genetika jika ia mampu dan sanggup.

Rasanya itulah gambaran kehidupan yang setidaknya hampir mirip dengan kisah hidup manusia, dengan proses yanglebih rumit dari sekedar menanam pohon yang akan menghasilkan buah yang ranum dan manis. Ternyata setiap kita memilki fase dan masa perjalanan hidup masing-masing, tentunya dengan kondisi yang berbeda, aktor yang berbeda, skenarionya pun berbeda, tapi dengan seorang Sutradara yang sama.

Sahabat, berkurangnya umur adalah sebuah kepastian, karena perjalanan hidup itu akan terus saja berlangsung selama kita hidup, atau kemudian berakhir ketika jatah kita hidup kita habis. Entah di KM 1, KM 10, KM 30, KM 45, KM 60, KM 100 atau seterusnya. Ada orang yang di KM 1 akhir perjalanan hidupnya bahkan ada yang di KM 100 ia masih harus melanjutkan perjalanannya sampai KM berikutnya, mungkin dengan kendaraan yang berbeda atau bahkan jalan yang berbeda.

Tak ada yang bisa kita lakukan kecuali mempersiapkan perjalanan jauh dan melelahkan, bekal yang banyak, fisik yang kuat, mental yang jernih dan mantap. Sehingga perjalanan itu akan terasa sangat indah dan mendewasakan kita. Akan menjadi hal yang amat fatal ketika kita tak mempersiapkan dan menjalaninya dengan baik, asal-asalan dan tak ada rasa tanggung jawabnya. Ingat, perjalanan ini akan terhenti, hanya kita tidak tau di mana perjalanan itu dihentikan dan dimana kita diturunkan oleh pemilik kendaraan itu.

Seperti saat ini, saya yang sudah di KM 22, yang lumayan jauh sekali dan sudah harus menuju KM berikutnya. Ternyata semakin jelas alur kehidupan itu, semakin nyata hiruk pikuknya. tak ada kata dan jalan lain,,, saya melihat kembali peta yang sudah saya tandai untuk kemduian kembali menandai peta itu, lalu kemduain bergegas pergi menuju perjalanan hidup yang semakin mengesankan dan penuh pendewasaan….

Selamat menempuh hidup dan perjalanan selanjutnya buat shabat-sahabatku…

:::deni 2011:::

 

Posted by: jejaksatria | December 4, 2010

Kelemahan….

…setiap tangisan hati yang merindu, sejatinya adalah mengakui kelemahan diri pada yang Maha Kuat, tak ada yang bisa menghapusnya, kecuali hati yang tunduk pada ketawadhuannya…

TanpaMu aku lemah dan tiada berarti…

Itulah sebuah kalimat yang menunjukan ketidakberartian seorang manusia di hadapan Tuhannya. Setiap kita merasakan hal yang berbeda di dunia ini, ada yang hartanya melimpah, jabatannya tinggi, bahkan merasa kelebihan dengan apa yang dimilikinya saat itu. Ada pula yang untuk makan keseharian pun masih bingung, jangankan jabatan, ia pun tak tahu seperti apa posisinya ditengah kumpulan manusia dilingkungannya, tetapi ada pula yang kehidupannya merasa cukup dengan apa yang ada saat itu. Jangan pernah berfikir bahwa mereka yang berkecukupan tak pernah punya masalah dengan rasa cukupnya, apalagi yang serba kekurangan, setiap orang akan diuji sesuai dengan apa yang dimilikinya saat itu, jikalah mereka yang memiliki harta banyak, maka ujiannya pun tak lepas dari hartanya yang banyak dan melimpah, begitupun yang hidupnya kekurangan, maka  akan diuji dengan kekurangannya. Setiap kita memiliki kelemahan, maka Allah akan menguji dititik terlemah kita.

Tergantung bagaimana sesorang bisa menyadari bahwa apa yang dihadapinya adalah sebuah ujian, kenikmatan dan cobaan pun adalah ujian. Begitu banyak orang yang angkuh akan kehidupan yang dimilikinya saat itu, merasa paling hebat, merasa paling memiliki segalanya, semua miliknya, sehingga ketika Allah mengambil atas apa yang dimilikinya, seakan tak meneima dan menyalahkan Allah.

Maka semestinya kita sadari bahwa kita sejatinya adalah makhluk yang lemah di hadapan Tuhan kita, sehingga tak ada keangkuhan tatkala kelebihan ada dalam diri, dan tak ada kesedihan saat kekurangan menemani diri kita. Karena pastinya kita yakin bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuat dan Allah Maha Kaya sehingga tak ada lagi keangkuhan dan ketakutan pada diri kita.

Lahirlah ketawadhuan dikala senang ataupun kesusahan , setiap tangisan hati yang merindu, sejatinya adalah mengakui kelemahan diri pada yang Maha Kuat, tak ada yang bisa menghapusnya, kecuali hati yang tunduk pada ketawadhuannya. Bahwa kita adalah makhluk yang lemah di hadapan Tuhan kita.

Memory 1 Ramadhan 1430 H / 22 Agustus 2009 14.50 WIB

Posted by: jejaksatria | December 4, 2010

Lembaran Putih…

Merajut kegelisahan hati menjadi lembaran kain putih yang menyelimuti kebekuannya, tak ada pinta yang tak berharap, semuanya hadir dalam setiap do’a dan munajat setiap yang merindukannya, hanya yang tunduk yang dapat meredakannya, hingga ia akan mendapat apa yang semestinya…

Setiap kita pasti pernah merasakan kegelisahan, yang tidak hanya datang sekali tapi berkali-kali. Perasaan inilah yang menjadikan kegundahan kita, membuat kita tak nyaman dengan apa yang kita lakukan, karena seakan ada yang mengganjal, ada hal yang senantiasa membayangi. Hati pun seakan tak menentu, hingga membuat fikiran pun tak seimbang, hanya berfokus pada apa yang digelisahkan saat itu.

Rasa ini muncul ketika ada hal yang tak diharapkan terjadi atau berharap pada sesuatu. Saat seseorang belum tuntas melakukan sebuah pekerjaan misalnya, ketika kepala perusahaan meminta menyelesaikannya segera, tapi ternyata belum selesai sampai jam kantor habis, maka ketika sampainya di rumah, hal ini bias menjadi beban fikiran dan menggelisahkan orang yang bersangkutan. Atau seseorang yang berharap akan sesuatu, ketika kekhawatiran seorang istri yang menantikan kedatangan suaminya, komunikasi telepon tidak bisa, pulang tidak seperti biasanya, maka aka nada kegelisahan pada istri karena menanti kepulangan sang suami.

Hal yang wajar yang dirasakan setiap orang, namun ternyata semua itu bukan hal yang mutalak terjadi, memang kegelisahan  itu ada, tetapi kita bias meredamnya, bahkan menghilangkannya dari hati dan fikiran kita, yaitu dengan mengemablikannya kepada yang Maha Memberikan Kegelisahan dan Ketenangan dalam hati setiap kita, Allah. Dengan hanya mengingatNya, smeua rasa itu akan hilang, tidak meragukan lagi ketika ada senbuah firman…Hanya dengan mengingat Allahlah hatimu akan merasa tenang… inilah hal yang menjadi penawar kegelisahan itu. Merajut kegelisahan hati menjadi lembaran kain putih Read More…

Posted by: jejaksatria | December 2, 2010

Inilah aku wahai……

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (Al Baqarah 164)

Wahai engkau bidadariku… Saat ini aku tidak mengetahui di mana keberadaanmu.. Aku hanya yakin bahwa engkau ada, Ia telah menyediakan kau untukku sebagai hadiah atas segala penghambaanku.

Ketahuilah saat kutuliskan coretan-coretan ini disetiap sepertiga malam terakhir, setelah aku berdiri bersama kekhusyuanku denganNya, ditemani alunan serenade do’a yang amat menentramkan sunyinya menjelang guratan fajar langit yang menyemburat, tak ada alasan lain mengapa aku menuliskannya disetiap sepertiga malam setelah tahajud kutunaikan, agar tulisan ini bukan berisi kata-kata kosong, dari fikiran-fikiran kosong atau bahkan penuh angan dan nafsu, aku hanya ingin ketika aku menuliskan setiap kata-katanya, hati ini sudah tunduk atas ketetapan penghamban pada Ia yang memiliki hati, agar fikiran dan hati ini penuh harap pada Ia yang memberi segalanya, sehingga apa yang kutiliskan ini bukan kata-kata yang tiada nilai, tapi sebuah harap dan do’a serta pengakuan diri atas kerinduan hati untuk meraih hadiah terbaik dari Ia yang merajai alam semesta, Ia yang menjadikan setiap kehidupan berjalan dengan orbitnya masing-masing, untuk itu kenapa aku tuliskan sebuah ayat di awal tulisan ini, ayat yang mengingatkan kita atas Dzat yang Maha segala-galanya, yang menguasai setiap kehidupan yang berjalan di atas bumi dan hamparan langit ciptaanNya.  Read More…

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.